Sudah tidak asing dan bukan hal tabu lagi ditengah manusia masa kini, bahwa pergaulan bebas seperti sesuatu yang wajib didalam dunia remaja, katanya kalau nggak bebas nggak keren, kalau nggak berani keluar dari zona aman artinya dia cupu. Mulai dari hal sederhana, seperti; balapan liar, minum minuman beralkohol atau minuman keras, free sex, dan narkoba. Hal-hal tersebut bukanlah hal yang mengagetkan dan mencemaskan lagi saat ini, remaja yang notabene nya pendiam dan tidak mungkin untuk melakukan hal-hal yang disebutkan diatas pun justru memiliki resiko buruk yang lebih besar dari pada seorang remaja yang notabene nya adalah bad teens.
Belajar dari sebuah pengalaman, bahwa seseorang yang terlihat baik justru
memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan dengan sesorang yang terlihat
nakal, and it’s true. Why? Karena, untuk beberapa orang yang
notabene nya adalah nakal, hal-hal seperti itu bukanlah hal baru lagi bagi
mereka, sehingga mereka tau batasan kenakalan tersebut sampai dimana, sedangkan
bagi seseorang yang lingkungannya baik dan pada suatu ketika dia terjerumus
kedalam hal-hal yang berbau pergaulan bebas, mereka akan mencoba hal tersebut
dan tidak mengetahui batasan ‘aman’nya dimana, and then, they addicted to it and try again ‘till they make a ‘big’
mistake.
Lalu, siapa yang perlu disalahkan apabila pergaulan bebas sudah mendarah
daging pada penerus bangsa? Pemerintah ‘kah? Tenaga pendidik ‘kah? Orang tua
‘kah? Orang tua memang sangat berperan penting dalam dunia seorang anak, karena
merekalah yang mengajarkan dan membimbing seseorang sampai orang tersebut siap
untuk menghadapi kerasnya dunia, tetapi tidak semua keterlibatan seseorang
dalam pergaulan bebas adalah salah orang tua, peran terbesar mereka disini
adalah memberitahu dampak pergaulan bebas dan mengawasi pergaulan anak mereka.
Lantas, siapakah yang berperan penting? Ya, teman dekatlah yang memiliki andil
terbesar seseorang dalam dunia pergaulan bebas. Dari teman dekatlah kita tau bahwa
dunia bukan hanya tentang apa yang kita kira selama ini dan kenyataannya dunia
lebih luas dari sudut pandang yang kita miliki.
Jadi, sebenarnya kita tidak perlu
menghindari pergaulan bebas, kita hanya perlu tau dimana batas dari semua itu,
agar nantinya kita tidak melalukan sebuah kesalahan karena ketidaktahuan kita.
Lalu, berkaitan dengan teman akrab yang memiliki peran penting berkaitan dengan sudut pandang dunia, belajarlah dari mereka apa yang perlu untuk kita pelajari dan kita pahami baik atau tidaknya.
Setiap orang mempunyai dunianya sendiri-sendiri, setiap orang mempunyai zona nyamannya sendiri, kita tidak boleh menjudge seseorang dari lingkungannya dan dari penilaian orang lain, karna sebaik-baiknya seseorang, they've a mistake too.
#LKMMDFEB2017
#SemangatMenujuIndonesiaEmas