Tidak. Aku sama sekali tak marah pada Tuhan, apalagi pada jarak yang telah memisahkan. Aku sama sekali tak marah pada keaadan, apalagi pada waktu yang telah memisahkan.
Bagaimanapun, ini adalah skenario Tuhan. Yang rancangannya akan indah pada waktunya. Entah kapan, yang ku rasa pasti bukan sekarang.
Aku hanya diam, melihat kalian menari-nari didepanku, mencercaku dengan kata-kata tak senonoh. Aku hanya tertunduk sambil mencoba menutup hatiku rapat-rapat. Tak apa aku mendengar kata-kata caci maki dari kalian, tapi aku tak ingin hatiku mengetahui bahwa telingaku telah mendengarnya.
Aku hanya bisa diam, toh jika aku terpancing oleh cacian itu, justru pengikat antara hatiku dengan hati seorang akan terputus . Lenyap tertelan bumi. Biarlah, biarlah kalian menyakitiku dengan kalimat-kalimat busuk, toh kalian hanya mengenalku sekedip mata.
Terserah kalian saja mau bagaimana.

0 komentar:
Posting Komentar