Aku pernah membencimu, karna satu masalah yang aku tak tau sebabnya. Tapi, karena kita sama-sama telah dewasa, maaf terucap begitu saja.
Belum lama , aku berteman denganmu. Sosok yang penuh kebisuan tak terduga. Sosok yang penuh keceriaan, dan sosok yang diam dalam resahnya. Belum lama juga, aku bersahabat denganmu, dengan kalian. Melewati permasalahan kita bersama.
Iya, karna permasalahan ini permasalahan kita bersama, persahabatan yang belum lawa ada. Aku titipkan kepercayaanku untukmu, aku titipkan ceritaku untuk kau ketahui dan kau berikan aku solusi. Kemarin aku juga dengarkan kisahmu untuk aku pahami dan aku berikan masukan. Aku mendengarkanmu, membaca curahanmu, aku mengikuti kisahmu, karna aku sahabatmu, sahabat meski ini belum lama.
Kini, sebentar lagi jejak kaki kita akan berhenti untuk sama-sama mengikuti kisah yang mungkin akan berhenti esok hari, aku akan berjalan kembali pada kisah awalku, kisah awal kita. Seseorang tak menyukaiku mengikuti jejak kalian, dan aku harus memilih orang itu.
Satu pesanku, persahabatan ini masih akan tetap ada, dan akan selalu ada , selamanya. Sampai pada saatnya nanti semua akan kembali. Semua orang yang ada didekatmu kelak, mungkin lebih bisa mendengarkan keluh kesalmu, dan itu bukan aku, tentu sama bukan kita. Mereka akan selalu ada untukmu, bahkan mereka akan lebih selalu ada.
Semua akan baik-baik saja, aku tidak akan menyalahkan kalian mengapa aku seperti ini. Bahkan kalian sendiri yang telah menyadarkan bahwa aku harus menjaganya dengan baik, menjaga seseorang yang telah lama ada dihati ini. Semuanya adalah proses menuju kedewasaan. Terimakasih, kalian telah membuka hatiku, menyadarkanku. Semoga kisah yang belum lama ini terkesan sangat indah:)

0 komentar:
Posting Komentar