Puisi ini saya buat saat bulan-bulan awal memasuki tahap SMA tahun 2012 lalu. Saat itu siswa ditugasi mengarang sebuah puisi yang harus dibacakan dihadapan teman-teman. Akhirnya saya mendapat inspirasi untuk mengarang puisi ini.
Puisi ini saya buat karena ada seseorang yang biasa nya setiap hari saya lihat, setiap hari selalu ada waktu untuk saya tiba-tiba setelah pisah sekolah semuanya berubah. Ada yang sibuk dengan urusan sekolahnya masing-masing. Sebenarnya saya hanya kaget akan keadaan yang ada, tetapi setelah beberpa waktu berlalu, saya terbiasa dengan keadaan baru seperti ini.
Puisi ini saya persembahkan untuk seseorang yang telah lama ada..
Puisi ini saya buat karena ada seseorang yang biasa nya setiap hari saya lihat, setiap hari selalu ada waktu untuk saya tiba-tiba setelah pisah sekolah semuanya berubah. Ada yang sibuk dengan urusan sekolahnya masing-masing. Sebenarnya saya hanya kaget akan keadaan yang ada, tetapi setelah beberpa waktu berlalu, saya terbiasa dengan keadaan baru seperti ini.
Puisi ini saya persembahkan untuk seseorang yang telah lama ada..
Waktu pernah mempertemukan
Dalam ruang yang terlahir ratusan manusia
Dalam hawa bak sejengkal surya
Dan waktu pernah melukiskan
Ejekan hangat laksana angin menerpa
Waktu pernah mengingatkan
Bahwa aku pernah menjadi seorang teman
Dari sosok penuh kebisuan
Dan waktu pernah mendekatkan
Kekuatan dengan kelemahan
Dibalik permainan waktu,
Dibalik kesiabukan sosok penuh kekuatan
Aku adalah tiang bendera
Yang selalu tegak didepan
Untuk mendukungmu..
Menghargai kesibukanmu
Mengikuti permainan sang waktu
Merasakan kebisuanmu
Dan tetap menjaga perasaanku
Adalah hal terindah..
Karena bagiku, hanya dengan senyumanmu..
Aku bahagia~
Tertanda
Imam's girl~

0 komentar:
Posting Komentar